VIVAlife - Wanita hamil ingin segalanya serba steril. Namun penelitian SUNY Downstate School of Public Health menyebut, bahan kimia dalam produk antibakteri, justru berbahaya bagi janin.
Simpulan itu didapat setelah para peneliti mengambil sampel urine dan darah plasenta dari 184 wanita di Brooklyn. Hasilnya, semua urine itu mengandung triklosan yang merupakan antibakteri.
Kimia lainnya, triklokarban muncul di lebih dari 85 persen sampel. Yang menarik, bahan kimia berbahaya itu juga ditemukan di lebih dari setengah sampel darah tali pusar atau plasenta.
“Kami melihat paparan triklosan dan triklokarban pada wanita hamil dan janinnya. Dua bahan itu paling umum digunakan untuk antibakteri dalam sabun dan produk sehari-hari lainnya,” kata Dr Benny Pycke, peneliti sains dari Arizona State University.
Untuk diketahui, pada tahun 1960-an triklosan dikenal sebagai pestisida. Karena mengandung antimikroba yang kuat, bahan itu pun populer digunakan untuk produk-produk antibakteri.
Kini, mengutip laman Fox News, triklosan ditemukan di hampir setiap sabun, pasta gigi, detergen, kosmetik, bahkan mainan. Padahal menurut studi, triklosan dan triklokarban bisa sangat berbahaya.
Berdasar studi pada hewan, keduanya bisa mengganggu hormon yang penting untuk perkembangan saraf dan reproduksi. Bahan-bahan kimia itu juga bisa membuat resisten terhadap obat antibakteri.
“Pada kenyataannya, kita menggunakan bahan ini secara universal. Artinya, manusia secara universal juga terpapar bahan kimia tersebut,” ujar pemimpin penelitian, Dr Rolf Halden.
Tercatat, wanita dengan tingkat senyawa antimikroba butil paraben yang tinggi, umumnya ditemukan di kosmetik, bisa melahirkan bayi dengan ukuran lebih pendek.
Namun, butuh penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi temuan tersebut.
Rabu, 13 Agustus 2014
Waspada Bahaya Triklosan pada Bayi
Joint Costing
BIAYA BERSAMA, PRODUK BERSAMA, DAN PRODUK SAMPINGAN
(JOINT COST, JOINT PRODUCT, AND BY PRODUCT)
Joint Cost adalah biaya-biaya yang dikeluarkan sejak pertama kali bahan baku diolah sampai saat berbagai macam produk dapat dipisahkan identitasnya. Joint Produk dan By Product merupakan produk-produk berbeda yang dihasilkan secara simultan melalui joint cost dari serangkaian proses produksi.
PENTINGNYA ALOKASI JOINT COST
1) Biaya bersama dapat digunakan untuk menentukan nilai persediaan dan perhitungan harga pokok produk untuk pelaporan eksternal menurut standar akuntansi keuangan.
2) Biaya bersama bermanfaat dalam penentuan nilai persediaan untuk keperluan asuransi.
MASALAH YANG DIHADAPI DALAM ALOKASI JOINT COST
Masalah pokok yang dihadapi dalam mengalokasikan biaya produk bersama adalah karena sifatnya yang indivisible artinya biaya produk bersama tidak dapat diidentifikasikan secara spesifik dengan setiap jenis produk yang dihasilkan secara simultan melalui proses produksinya. Oleh karena itu metode alokasi yang tepat harus dipakai sebagai dasar dalam mengalokasikan biaya bersama (joint cost) kepada masingmasing
produk.
Terdapat tiga alternatif pendekatan yang dipakai sebagai dasar untuk mengalokasikan biaya bersama kepada setiap jenis produk yang dihasilkan yaitu:
A.Pendekatan Harga Jual/Harga Pasar
B.Pendekatan Satuan atau Unit Produksi
C.Pendekatan Harga Pokok per Unit.
PENDEKATAN HARGA JUAL
Pendekatan ini merupakan pendekatan yang paling populer. Asumsi dari pendekatan ini bahwa ada korelasi positif antara harga jual setiap produk dengan harga pokoknya. Metode ini dikenal juga sebagai nilai bersih yang dapat direalisasi. Nilai bersih yang dapat direalisasi ini merupakan estimasi nilai jual setiap produk pada titik pisah (split off).
Menurut pendekatan ini pengalokasian biaya bersama dapat menimbulkan situasi:
(1)Harga Jual sudah diketahui saat split off.
(2)Harga Jual belum diketahui saat split off.
(1) Harga Jual sudah diketahui saat split off
Menurut pendekatan ini biaya bersama dialokasikan ke tiap-tiap produk dengan cara membagi total nilai harga jual setiap produk dengan total nilai harga jual produk yang diproduksi, kemudian hasilnya dikalikan dengan total biaya bersama.
(2) Harga Jual tidak diketahui pada saat split off
Harga jual produk bersama pada saat split off sangat mungkin tidak diketahui terutama sekali bila produk
tersebut masih memerlukan proses lebih lanjut. Dalam keadaan ini harga jual produk pada saat menjadi produk selesai (setelah diproses lebih lanjut) tetap harus diketahui. Harga jual produk bersama dalam hal ini disebut harga jual hipotetis.Harga jual hipotetis adalah harga jual produk selesai setelah diproses lebih lanjut
dikurangi biaya yang dikeluarkan untuk memproses lebih lanjut produk bersama yang telah terpisah (split off).
B. PENDEKATAN SATUAN ATAU UNIT FISIK
Menurut pendekatan ini dasar alokasi dari biaya bersama adalah jumlah kuantitas yang diproduksi untuk masing-masing produk. Persyaratan dalam pendekatan ini satuan unit kuantitas harus sama seperti unit, ton, kilogram, meter, dsb. Metode ini digunakan bila harga produk keluaran sangat cepat berubah atau banyak pemrosesan yang terjadi antara titik pisah dan titik terawal suatu produk dapat dijual atau bila harga produk tidak tersedia di pasar. Cara perhitungan alokasi biaya bersama yaitu dengan membagi jumlah kuantitas masing-masing produk dengan jumlah total kuantitas produk dan hasilnya dikalikan dengan total biaya bersama. Bila produk yang dihasilkan tidak diproses lebih lanjut, maka perhitungan harga pokok per unit akan diperoleh hasil yang sama.
C. PENDEKATAN HARGA POKOK PER UNIT
Ada dua cara untuk menghitung harga pokok per unit yaitu:
(1)Rata-rata sederhana
(2)Rata-rata tertimbang
(1) Rata-rata sederhana
Harga pokok per unit dihitung dengan membagi total biaya bersama dengan total kuantitas yang diproduksi. Alokasi biaya bersama diperoleh dari harga pokok per unit dikalikan jumlah kuantitas masingmasing
produk.
(2) Rata-rata tertimbang
Metode rata-rata tertimbang dipakai untuk produksi bersama yang memiliki nilai yang berbeda dari masing-masing jenis produksinya. Dasar perhitungan dalam metode ini adalh jumlah kuantitas dari masing-masing produk dikalikan dengan faktor penimbangnya.
Faktor penimbang dapat ditetapkan atas dasar jumlah bahan yang dipakai, sulitnya pembuatan produk, waktu pembuatan produk dan tenaga kerja yang diperlukan. Berdasarkan faktor penimbang tersebut, maka setiap produk diberi bobot tertentu yang menunjukkan peringkat produk.
KEPUTUSAN MENJUAL ATAU MEMPROSES LEBIH LANJUT
Banyak perusahaan mempunyai peluang untuk menjual produk yang baru diproses sebagian pada berbagai tahap produksi. Atas dasar inilah, manajemen harus memutuskan apakah lebih menguntungkan jika menjual keluaran pada suatu pertengahan atau memprosesnya lebih lanjut. Keputusan untuk menjual atau memproses produk lebih lanjut membutuhkan informasi diferensial yaitu pendapatan diferensial setelah pemrosesan lebih lanjut dan biaya tambahan untuk memproses lebih lanjut. Apabila pendapatan diferensial memproses lebih lanjut melebihi biaya diferensialnya, maka manajemen memilih alternatif memproses produknya lebih lanjut dan sebaliknya apabila pendapatan diferensial memproses lebih lanjut lebih rendah dari biaya diferensialnya, maka manajemen langsung menjual produknya.
AKUNTANSI PRODUK SAMPINGAN (BY PRODUCT)
Produk sampingan (by product) dihasilkan dari proses produksi bersama namun nilainya/harganya/kuantitasnya relatif kecil. Biaya-biaya produksi dari produk sampingan dan produk utama tidak dapat dilacak. Oleh sebab itu, menimbulkan alokasi biaya bersama, namun karena nilai produk sampingan relatif kecil, maka terdapat dua macam perlakuan terhadap biaya produk sampingan ini.
Kedua perlakuan ini adalah:
1)Produk sampingan tidak dibebani/mendapat alokasi by. produksi
2)Produk sampingan dibebani/mendapat alokasi biaya produksi.
1) Produk Sampingan Tidak Dibebani Biaya Produksi
Pada perlakuan ini, produk sampingan dianggap tidak
begitu penting, oleh sebab itu tidak perlu dibebani biaya produksi.
Bila produk sampingan langsung dijual, maka hasil penjualan tersebut akan dimasukkan dalam laporan Rugi-
Laba perusahaan. Hasil penjualan tersebut dalam laporan rugi-laba dapat disajikan sebgai berikut:
a.Menambah hasil penjualan produk utama
b.Menambah pendapatan lain-lain (other incom)
c.Mengurangi harga pokok penjualan
d.Mengurangi total biaya produksi.
2) Produk Sampingan Dibebani Biaya Produksi
Pada cara ini produk sampingan dianggap cukup penting hingga dibebani biaya produksi dari biaya bersama. Cara yang umum digunakan dalam menghitung biaya produksi untuk produk sampingan adalah dengan menaksir biaya produksi produk sampingan. Taksiran tersebut adalah hasil penjualan produk sampingan dikurangi dengan taksiran laba dan biaya penjualan, administrasi dan umum. Bila taksiran biaya produksi untuk produk sampingan sudah diperoleh, maka didapatkan biaya produksi produk utama. Metode ini dikenal dengan Metode Reversal atau Metode Nilai Pasar/Jual.
Sabtu, 09 Agustus 2014
Sabtu, 31 Agustus 2013
Jumat, 30 Agustus 2013
Sabtu, 02 Maret 2013
Biar Menjadi kenangan
Biar Menjadi Kenangan
Ini
hari yang tak ku sangka. Aku lulus dan mendapat gelar S1 Ekonomi salah satu universitas
swasta di jakarta. Ini menjadi impian aku selama ini, selama 4 tahun aku
berjuang bersama-sama teman-teman dan sahabat ku untuk meraih impian ini dan
tak lupa kekasih ku.
Tapi
selang beberapa hari, kekasihku Aldi pergi meninggalkan ku dan entah kemana ia
pergi. Pembantu rumahnya pun juga tak tau kemana Aldi pergi. Dia menghilang
begitu saja tanpa pesan.
Aku
bingung harus mencari kemana lagi dan tanpa ku sangka aku mendapat kiriman
undangan pernikahan. Ternyata undangan itu dari Aldi. Aku kaget setengah mati,
begitu teganya Aldi mengkhianati aku. Aku setia menunggunya. Lebih 4 tahun aku
bersamanya. Ini yang dinamakan cinta. Aldi selalu bilang “Ara.... Aku mau kita
sama-sama meraih S1 dan setelah itu kita akan tunangan jika kamu tak mau
terburu-buru menikah” dan aku selalu berkata “Aku janji tuk setia padamu,
takkan ada pria dihatiku selain dirimu”
“Kiara
kenapa kamu menangis setelah membaca undangan pernikahan. Memang dari siapa?”
Ara memberikan undangan itu ke mama dan dengan tatapan kosong dan matanya
berlinang air mata.
Aku
ngak tau harus berbuat apa lagi. Hanya tangis yang aku bisa lakukan saat itu.
Setelah membaca undangan tersebut, mama memelukku dengan hangat dan diusapkan
punggung ku.
“Sudah
Ara, jangan kau tangisi lagi. Semua sudah terjadi. Aldi memang bukan Pria yang
Allah berikan untukmu. Lupakan dia, masih banyak pria diluar sana yang menanti
dirimu” Mama menghapus air mata yang membasahi pipiku dengan lembut dan kasih
sayang.
Mama
tau betapa sakitnya hati anaknya itu tapi mama ngak bisa apa-apa. Mama ingin
menghentikan pernikahan Aldi. Itu tak mungkin ia lakukan. Hari pernikahan Aldi
tinggal seminggu lagi.
ΩΩΩΩ
Aldi
mengajak Kiara pergi ke Sakura Japanese
Restaurant dijakarta selatan tepatnya di Jl. RA kartini TB Simatupang.
“Kiara
sebentar lagi kita akan wisuda. Gimana perasaanmu”
“Perasaan
ku, perlu tau” ujarnya dengan manja dan senyuman manis dibibirnya.
“Aku
tau bagaimana persaanmu. Kamu bahagiakan. Hayo ngaku. Kamu ngak bisa bohong
sama aku Ara”
Ara
menundukkan kepalanya dan tersipu malu. Pipinya berubah merah. Aldi mengangkat
dagu Ara dan mengecup kening Ara. Bertambah merahlah pipi Ara.
“Ara.
Nanti setelah lulus wisuda ada yang ingin ku katakan padamu”
“Apa?”
“Nanti
ya setelah kita sama-sama diwisuda baru aku kasih tau”
“Apa....
jangan bikin aku penasaran seperti ini”
Pelayan
datang membawakan makanan. “Ini mas, mba pesanannya. 1 Bento dan Gozen, 1 Sashimi,
1 Nagiri Sushi dan 2 ice Lemon tea”
“Ada
yang bisa kami bantu lagi” ujar manajer restaurant dengan harapan kami butuh
bantuan mereka.
“Tak
usah terimah kasih” ujar Aldi yang ingin pelayan dan manajer itu pergi. Ia tak
ingin makan berdua dengan Ara tanpa gangguan siapa pun. Karena ini akan menjadi
makan malam terkakhir buatnya tapi Ara tak tau akan hal itu.
Setelah
makan malam. Aldi mengantar Ara sampai depan rumah dan karena sudah malam. Aldi
tak masuk. Aldi menggenggam kedua tangan sangat erat, Ara merasa ini tak
biasanya Aldi lakukan padanya. Aldi menatap Ara dan tiba-tiba memeluk Ara, Di dekapnya
Ara dengan erat dan lembut. Serasa tak ingin kehilangannya lagi.
“Aldi....”
“Izinkan
aku memelukmu sebentar saja”
Ara
hanya pasra dan membiarkannya. Ada sesuatu yang ganjil dan Ara tak tau apa itu.
Ara jadi takut apa yang dilakukan Aldi padanya malam ini. “Apa ada sesuatu yang
disembunyikannya. Apa Aldi sakit, atau Aldi akan pergi”
Aldi
melepaskan pelukannya “Masuklah. Aku akan pergi setelah kamu masuk”
“Kamu
kenapa Aldi, ada yang kamu sembunyikan dari aku, katakanlah!. Jangan bohongi
aku, aku tau ada sesuatu hal yang membuat kamu seperti ini. Katankanlah!”
“Masuklah
Ara. Ini sudah malam. Angin malam tak baik buat kesehatan”
“Aku
ngak akan masuk sebelum....” Aldi keburu mencium kening Ara dan Ara pun luluh.
“Baiklah
aku masuk, kamu baik-baik saja kan” dikatakannya sekali lagi tuk meyakinkan
hatinya.
“Ya
kamu tak usah khawatirkan aku”
Ara
pun masuk dengan rasa penasaran di pikiran dan hatinya. Ara tersenyum dan heran
apa yang dilakukan Aldi padanya hari ini. Aldi pun meninggalkan rumah Ara
setelah Ara masuk. Mama dan papa Ara pun heran melihat tingkah Putrinya yang
senyum ngak jelas dan langsung masuk kekamar.
ΩΩΩΩ
Hari
pernikahan Aldi pun tiba. Awalnya Ara tak mau datang tapi setelah mama menguatkan
hati Ara. Ara pun datang walau ini sangat berat untuknya. Ara datang dengan
Gaun putih sepanjang lutut, Highhell berwarna Silver setinggi 9 cm, asesories
yang sepadan dengan gaun, dan Rambut yang di gerai bergelombang serta
assesories rambut. Semua mata tertuju pada Ara saat Ara memasuki loby gedung
dan ada yang berpikir Ara calon istri Aldi.
“Itu
istri Aldi, wah cantik sekali...” ujar Wanita dengan gaun Merah menyala.
“Memang
itu istri Aldi, wah Aldi sangat beruntung mendapatkanya” ujar teman wanita itu.
“Dia
bukan Istri Aldi, itu Istri Aldi” seorang pria menunjuk kearah loby dan
keluarlah Istri Aldi dari Mobil dengan Gaun hijau muda. Tinggi semampai seperti
model.
“Saya
pikir Wanita itu....” Wabita bergaun Merah menengguk minuman yang ada ditangannya.
Tempat
pesta yang sangat megah dengan ornamen bunga disetiap sudut dan dengan nuasa Putih
berpaduan Hijau serasa sangat sejuk dan damai dan ada taman dibekalang tempat
pesta. Ara teringat, “Inikan tempat yang Ara ingin saat Ara menikah dengan Aldi
kelak, tapi kenapa Aldi membuat tempat pesta ini.
”
Ara...” ujar Aldi.
“Aldi....”
“Aku
pikir kamu tak akan datang karena kamu kecewa dengan ku”
“Aku
memang kecewa Aldi, kamu tega mengkhianati aku. Kamu mengkhianati cinta kita”
Ujar Ara dalam hatinya ingin rasanya ia ungkapkan isi hatinya yang telah
hancur.
“Ngak,
buat apa kecewa. Aku ikut bahagia bila kamu bahagia. Aku senang, aku bahagia”
Ujar Ara dengan tegas.
“Jangan
bohongin aku Ara, aku tau kamu sedih dan kecewa dengan semua ini. Aku bisa
melihat itu, jelas dari matamu”
“Aldi
cukup.....” Ara memalingkan wajahnya, Aldi meraih tangan Ara, Aldi tak ingin
Ara pergi lagi “Sudah cukup Aldi, kini
kamu telah menjadi milik orang lain, kau sudah menikah, lupakan aku, itu yang
terbaik” Ara menatap wajah Aldi dan tersenyum untuk menutupi rasa sedihnya. Ara
pergi meninggalkan Aldi.
ΩΩΩΩ
Sebulan
kemudian. Ara pun keluar rumah, setelah hari pernikahan Aldi, Ara tak pernah
keluar rumah, keluar kamar pun tidak. Ara hanya menangis dan hanya menangis
yang ia lakukan selama seminggu. Ara seperti mayat hidup saat itu. Setelah mama
mengajaknya bicara dan memberi semangat. Kini Ara sudah tegar dan menerima
semua keadaan. Kini Ara Ikhlas menerima ini semua. Ara bertekat pada dirinya.
Ia harus melihat kedepan dan mengubur masa lalunya. Semua hanya menjadi
kenangan. Biar menjadi kenangan. Ara
pergi ke taman dekat komplek perumahan di Pondok Indah. Ara duduk dibangku
taman, Ara tersenyum bahagia. Sudah lama ia tak merasakan sebahagia ini. Aldi
datang, ia hanya bisa melihat dari kejauhan. Ia tak ingin menyakiti hati Kiara
lagi. Ara menengok kebelakang, Ara merasa ada yang sedang memperhatikannya.
Aldi bersembunyi dibelakang pohon besar.
“Sepertinya
aku melihat Aldi. Tapi mungkin itu hanya perasaan ku saja”
Aldi
mendekati Kiara “Ara....” Aldi pun duduk disamping Ara.
“Aldi.....”
“Itu
bukan persaanmu saja. Aku memang sudah lama memperhatikan mu. Aku hanya ingin
melihat kondisimu. Aku tau dari mama mu, selama ini kamu mengurung dikamar.
Kamu kenapa Ara? Mau kah kamu berbagi bersama ku”
“Untuk
apa? Tidak ada gunanya lagi Aldi” Ara bangun dan pergi meninggalkan Aldi.
“Ara
tunggu” Ara pun berhenti. Aldi meraih tangannya dan memeluk Ara.
“Jangan
seperti ini Ara. Aku sakit bila kamu seperti ini. Aku sayang sama kamu. Aku
masih cinta sama kamu sampai kapan pun” Ara melepaskan pelukan Aldi.
“Kamu
sudah milik orang lain Aldi. Lupakan aku. Aku bahagia. Aku bisa hidup tanpa mu”
Aldi pun mendekap Ara kepelukannya. “Lepaskan aku Aldi” Ara meneteskan air
mata. Ditatap mata Ara oleh Aldi dan dihapus air mata dengan lembut.
“Kamu
jangan bohongin hatimu Ara. Aku tau kamu sedih, kamu hancur”
“Sudah
cukup Aldi, sudah...”
“Ara,
Aku hancur sama seperti kamu” Ara menatap wajah Aldi.
“Kamu
ingat saat dua hari setelah kamu diwisuda. Kamu kemana? Aku ingin mengatakan
sesuatu padamu. Kamu pergi menghilang begitu saja, tanpa ada kabar, handphone
kamu ngak aktif. Rumah kamu kosong, kamu ingat itu Ara. Aku bingung, aku harus
mencari kamu kemana lagi” Ara pun terdiam membisu. Ara pun teringat akan hal
itu.
ΩΩΩΩ
“Sebentar
ma, lagi angkat telephone dulu”
Mama
Kiara menggerundel dibelakang. Ara sedang telephone dengan Aldi.
“Maaf
ya Aldi, biasa mama”
“Ara...
bisa kita ketemu hari ini”
“Hari
ini... ada apa?”
“Ada
yang ingin aku sampaikan padamu”
“Ngak
bisa lewat telephone saja Al”
“Aku
perlu bicara langsung dengan mu”
Mama
Kiara langsung mengambil Hanphone Kiara dan membawa handphone Kiara keluar. Ara
pun pergi bersama orang tuanya. Pembantu Kiara pun juga diajak. Keluarga besar
Kiara yang ada dibandung, ingin merayakan kelulusan Kiara. Mau tak mau Kiara
pun mengikuti apa keinginan keluarga besarnya. Ini semua sudah menjadi tradisi
keluarga besar Kiara.
Aldi
datang kerumah Kiara dengan motor Ninja hijau. Aldi menghubungi Kiara sebelum
mengebel rumah Kiara tapi handphone Kiara tak aktif. Selama tiga hari Aldi
kerumah Kiara tapi Kiara tetap tak ada. Tetangga Kiara pun juga tak tau kemana
kelurga Kiara pergi. Salah satu tetangganya tau.
“Cari
siapa mas, dari kemaren datang kesini terus?”
“Mba
tau, Kiara kemana?”
“Oh...
semua orang yang tinggal disini pergi mas, saya liat sih bawa koper terus dimasukin
ke mobil”
“Mba
tau kemana?”
“Wah
maaf mas, saya kurang tau”
“Makasih
ya mba” Aldi pulang dengan rasa kecewa.
Saat
itu Aldi tak ada yang bisa ia lakukan selain mengikuti keinginan mamanya untuk
menikah dengan anak teman SMA mamanya. Aldi telah di jodohkan sejak Aldi lahir.
Aldi pun memutuskan tuk mengikuti keingan mamanya itu. Awalnya Aldi ingin
membawa Ara kerumahnya dan membatalkan pernikahannya. Dan kalau mamanya tak
setuju Aldi akan nekat kawin lari dengan Ara. Tapi Ara tak kunjung datang.
ΩΩΩΩ
“Maafkan
aku Aldi” Ara meneteskan air mata.
“Ini
bukan sepenuhnya salahmu, aku yang tak tegas menjadi pria. Seharusnya aku lebih
bersabar menunggu kamu pulang dan semua ini takkan terjadi” Aldi merasa sangat
bersalah dan memukul dadanya “Jangan kau pukul dadamu Aldi” Ara meraih tangan
Aldi dan menggengamnya lama sekali.
“Tapi
Aldi, dapatkan waktu kita putar. Takdir memang tak menyatukan kita, kita memang
tak jodoh. Sudahlah....” Ara pun tersenyum lebar.
“Kamu
memang wanita yang kuat Ara. Aku bangga pernah mengenalmu”
“Kamu
juga Aldi, kamu pria yang baik buat aku. Kamu telah memberikan aku arti sebuah
Cinta. Cinta yang Indah”
Mereka
pun tertawa bahagia. Aldi membelikan Eskrim untuk Ara dan untuknya. Mereka
bahagia walau mereka tak bersatu. Ara dan Aldi pun mengenang masa lalu mereka
dan menghabiskan waktu seharian.
Cinta memang aneh, Cinta
memang tak pakai logika, Cinta datang dan pergi seiring berjalannya waktu,
Cinta sulit tuk ditebak, Cinta memang tak harus bersatu dan tak harus saling
memilki, Cinta itu sangat indah walau rasanya pahit, Cinta oh Cinta........
Buat ku Cinta itu unik dan
rasanya manis lebih manis dari kembang gula....
Minggu, 11 November 2012
Penggabungan Usaha
Penggabungan Usaha
Merupakan pernyataan
dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena
satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan perusahaan lain atau
mempunyai kendali (control) atas aktiva dan operasi perusahann lain.
Penggabungan usaha
adalah usaha pengembangan atau perluasan perusahaan dengan cara menyatukan
perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain menjadi satu kesatuan
ekonomi.
Ø
Jenis dan bentuk penggabungan
usaha:
Jenis penggabungan usaha:
a.
Akuisisi
adalah suatu penggabungan usaha dimana salah satu perusahaan yaitu
pengakuisisi, dengan memberikan aktiva tertentu, mengakui suatu kewajiban atau
mengeluarkan saham.
b.
Penyatuan
kepemilikan adalah suatu penggabungan usaha dimana para pemegang saham perusahaan
yang bergabung bersama-sama menyatukan kendali atas seluruh aktiva neto dan
operasi kendali perusahaan yang bergabung tersebut dan selajutnya memikul
bersama-sama resiko dan manfat yang melekat pada entitas gabungan, sehingga
tidak ada pihak yang dapat diindentifikasi sebagai perusahaan akuisisi.
Ø
Bentuk penggabungan usaha:
Dari
segi hukum:
a.
Merger
= Penggabungan uasaha dengan carasatu perusahaan membeli perusahaanlain yang
kemudian perusahaan yang dibelinya tersebut menjadi anak perusahaannya atau
dibubarkan.
b.
Konsolidasi
= Penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan bergabung dengan perusahaan
lain membentuk satu perusahaan baru.
c.
Afiliasi
= Penggabungan usaha dengan cara membeli sebagian besar saham atau seluruh
saham perusahaan lain untuk memperoleh hak pengendalian.
Ø
Sifat penggabungan usaha:
a.
Horizontal
Iintegration adalah perusahaan-perusahaan dalam lini uasaha atau pasar yang
sama. Misal: perusahaan consumer product bergabung dengan perusahaan consumer
product juga.
b.
Vertika
Integration adalah penggabungan dua atau
lebih perusahaan dengan operasi yang berbeda, secara berturut-turut , tahapan produksi
usaha atau distribusi yang sama. Misal : Merck dan Co salah satu produsen obat
terbesar mengakuisisi Medco Containment Services, Inc, distributor obat-obatan
dokter.
c.
Conglomeration
adalah perusahaan-perusahaan dengan produk atau jasa yang tidak saling
berhubungan dan bermacam-macam
Ø
Metode pencatatan penggabungan
usaha:
a.
Metode
penyatuan kepemilikan
b.
Metode
pembelian
Langganan:
Komentar (Atom)