Sabtu, 09 Mei 2015

Wanita, Ini Pentingnya Mengetahui Gejala Kanker Ovarium

Ia bisa terjadi karena berbagai indikator.
Wanita, jangan anggap remeh kanker ovarium. Sebab,  kanker ini bisa menjalar ke organ lain dalam tubuh, dan bisa menyebabkan kematian. Menurut data, hingga saat ini penderita kanker ovarium di dunia sudah mencapai angka lebih dari 240 ribu, dan terus bertambah jika edukasinya tidak segera dicanangkan.

Menurut Prof. dr. Andrijanto SpOG(K), kanker ovarium bisa ditandai beberapa gejala. Pertama, kanker ini bisa ditandai dengan perut kembung.
"Jika gejala sudah mulai parah, penderita akan mulai mengalami gangguan pada pencernaan, dan intensitas buang air kecil yang mulai tak terkendali," katanya, ditemui di peluncuran Kampanye Edukasi Kanker Ovarium, di Double Tree Hotel, Jumat, 8 Mei 2015.

Gejala yang akan terjadi selanjutnya, ialah munculnya rasa nyeri pada panggul, perut, dan sakit ketika sedang berhubungan seks. Jika sudah terjadi hal yang seperti itu, segera lakukan tindak pemeriksaan, seperti melakukan USG pada rahim, dan melakukan serangkaian tes untuk memastikan bahwa sel kanker tidak terdapat pada bagian itu.

"Sayangnya, gejala kanker ovarium sangat sulit terdeteksi sejak dini, karena gejalanya tidak dapat terlihat. Oleh karena itu, jika mendapati adanya keluhan, segeralah lakukan pemeriksaan, agar penanganan bisa dilakukan," ucap Andrijanto.


Jenis Gula yang Picu Orang Makan Lebih Banyak


Jenis gula dalam minuman ternyata dapat memengaruhi berapa banyak makanan yang ingin Anda makan. Hal tersebut diungkapkan oleh sebuah studi yang belum lama ini dilakukan.
Para peneliti menemukan fakta bahwa orang ingin mengonsumsi lebih banyak makanan berkalori tinggi, ketika mereka minum minuman yang mengandung fruktosa, dibandingkan dengan ketika mereka minum minuman yang mengandung glukosa.
Dilansir dari Huffington Post, dalam studi tersebut, 24 orang diberi minuman manis yang mengandung 75 gram fruktosa pada satu hari dan di hari lainnya diberikan minuman dengan jumlah glukosa. Para peneliti kemudian menunjukkan gambar makanan berkalori tinggi termasuk permen, kue, pizza, dan burger lalu meminta para peserta untuk menilai seberapa lapar mereka dan berapa banyak makanan yang ingin dikonsumsi

Setelah mengonsumsi fruktosa, peserta dilaporkan merasa lapar dan menyatakan keinginan yang lebih besar untuk makan makanan yang mereka lihat di gambar daripada ketika mereka mengonsumsi glukosa.

Peneliti mengatakan efek berbeda yang timbul akibat mengonsumsi glukosa dan fruktosa dikarenakan setiap jenis gula memiliki interaksi yang berbeda dengan hormon yang mengontrol perasaan kenyang.

"Tidak seperti glukosa, fruktosa gagal merangsang hormon seperti insulin yang menyediakan sinyal kenyang ke otak," kata penulis studi Dr. Kathleen A. Page, asisten profesor kedokteran klinis di University of Southern California.

Menurut dia, setelah mengonsumsi fruktosa, otak tidak mungkin menerima sinyal yang memicu perasaan kenyang.

Sejalan dengan studi sebelumnya, peneliti menemukan bahwa kadar insulin dalam darah peserta secara signifikan lebih rendah setelah mereka mengonsumsi fruktosa. 

Para peneliti juga meneliti otak para peserta menggunakan scan MRI. Hasilnya, dalam menanggapi gambar makanan berkalori tinggi, para peserta menunjukkan aktivitas yang lebih besar di daerah otak setelah mengonsumsi fruktosa, dibandingkan dengan setelah mereka mengonsumsi glukosa.

Sebagai informasi, fruktosa dan glukosa memiliki jumlah kalori yang sama dan keduanya terkandung di dalam gula yang selama ini Anda konsumsi. Namun, baik fruktosa maupun glukosa diproses tubuh dengan berbeda.

"Glukosa digunakan untuk menghasilkan energi bagi tubuh, termasuk otak dan merupakan jenis gula utama yang beredar dalam darah. Sebaliknya, fruktosa dimetabolisme oleh hati dan sangat sedikit fruktosa yang beredar dalam darah," ujat Page.

Studi tersebut telah dipublikasikan di jurnal National Academy of Sciences.

Minggu, 19 April 2015

Cara Terbaik Terhindar dari Meningitis

 Bakteri penyebab meningitis ini dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Meningitis adalah penyakit yang berbahaya, dan belakangan banyak diperbincangkan.
Dalam dunia medis, selalu lebih baik mencegah daripada mengobati, lalu bagaimana cara menghindari terjangkit virus atau bakteri penyebab meningitis? 

Dokter Nina Amelia Gunawan dari laman Meetdoctor menjelaskan pada dasarnya, virus maupun bakteri penyebab meningitis seringkali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Seperti Haemophilllus influenza penyebab influenza, Pneumokukus penyebab utama infeksi paru, Mumps sebagai virus penyebab Gondong, dan Salmonella typhosa sebagai penyebab typhoid.

“Berbagai kuman tersebut dapat menyebabkan infeksi pada tubuh yang bila teratasi dengan imunitas kita yang baik, tentunya tidak akan berkembang menjadi meningitis,” 

Sebenarnya tidak ada cara spesifik yang dapat menghindarkan kita dari paparan kuman tersebut. Namun hal itu dapat dicegah dengan memertahankan imunitas.

Serta untuk pencegahan terhadap paparan kuman secara umum, dapat dilakukan dengan gaya hidup sehat, seperti memilih jajanan bersih, mencuci tangan sesering mungkin, serta menutup mulut atau hidung setiap bersin dan batuk.

Jangan lupa ikuti program #dokterVIVA setiap hari Rabu pukul 10.00 WIB di Twitter @VIVAlife

Sabtu, 18 April 2015

Waspada Bahaya di Balik Kosmetik


Pada dasarnya, wanita senang tampil sempurna. Memoles wajah secara detail dan terperinci, agar penampilan cantik dan memesona.Make-up menjadi salah satu andalan bagi kaum hawa.
Namun, tanpa disadari, ada kebiasaan buruk saat wanita memoles wajahnya. Hal tersebut diungkapkan oleh David Bank, MD, dermatolog di Mount Kisco, New York. Salah satunya adalah berbagi make-up dengan teman.

"Ketika berbagi eyeliners dan lipstik, Anda bisa berisiko tertular infeksi virus seperti konjungtivitis dan luka dingin. Bahkan seorang wanita Australia mendapat infeksi kulit setelah meminjam kuas make-uptemannya," kata David, seperti dilansir womenshealthmag.

Selain berbagi make-up, berikut kesalahan yang sering dilakukan soal merias wajah dan bahayanya:

Kosmetik kedaluwarsa

David mengatakan bahwa tanggal kedaluwarsa ada karena suatu alasan. Kebanyakan orang tidak membuang produk ketika waktunya tiba. Anda harus membuang maskara, lipstik dan alat rias lain ketika sudah lama. Hal ini untuk menghindari risiko mendapatkan infeksi seperti mata merah atau iritasi kulit yang tidak diinginkan. Maskara dan eyeliner umumnya memiliki umur simpan yang paling pendek.

Tidur dengan make-up 

Terlalu lelah hingga malas membersihkan make-up? Hindari hal tersebut. Karena Anda bisa bangun dengan masalah besar di pagi hari. Tidur dengan make-up, dapat menyebabkan pori-pori tersumbat, dan dapat menyebabkan iritasi mata. 

"Saat Anda tidur, jejak riasan akan bermigrasi ke mata," kata David. Riasan mata mengandung minyak dan lilin, dan sebagai produk yang menetap di mata semalaman, bahan-bahan tersebut dapat memblokir kelenjar, mengakibatkan benjolan pada kulit di sekitar mata Anda

Melakukan ekstensi bulu mata 

Beberapa lem bulu mata mengandung formalin, yang dapat mengiritasi mata. Bila salah menerapkan, ekstensi bisa menyebabkan bulu mata menjadi rapuh dan putus. selain itu, ekstensi berlebihan dapat menyebabkan bulu mata rontok.

Minggu, 12 April 2015

VIDEO FOTO-FOTO KU



Penyakit Kulit Ini jadi Sinyal Adanya Masalah Kesehatan


Jangan pernah anggap remeh gatal atau ruam pada kulit.Karena, gangguan pada kulit, bisa juga menjadi penyebab maupun pertanda munculnya gangguan kesehatan lain pada tubuh. 

Untuk itu, berikut 4 jenis gangguan kulit yang menjadi pertanda akan munculnya gangguan kesehatan lain  dikutip dari laman Fox News.

Eczema

Namanya mungkin jarang terdengar, namun eczema, adalah gangguan kulit yang cukup membahayakan. Eczema adalah sebuah peradangan kronis yang terjadi pada permukaan kulit, yang menyebabkan munculnya gatal pada kulit dan kulit yang kemerahan. Namun, kelainan pada kulit ini juga berkaitan dengan gangguan tidur dan penyakit pada sendi. 

"Seseorang dengan eczema akan merasakan sensasi gatal dan sakit luar biasa, yang akan mengganggu tidurnya. Orang dengan masalah tidur, terbukti memiliki risiko tinggi mengalami kecelakaan traumatis yang menyebabkan patah tulang dan kelainan sendi," ujar Dr. Jonathan SIlverberg, ketika menjelaskan korelasi dari eczema dan beberapa gangguan kesehatan lain. 

Untuk itu, eczema membutuhkan perawatan intensif, dengan bantuan steroid, yang bisa memperbaiki struktur kulit dan tulang.

Psoriasis

Kelainan pada kulit yang satu ini, merupakan sebuah gangguan autoimun, yang akan menyebabkan sel pada kulit terlalu cepat terproduksi, sehingga membuat kulit terlihat seperti bersisik. 

Gangguan kulit ini, menurut para ahli, memiliki keterkaitan dengan penyakit arthritis, atau yang biasa dikenal dengan rematik. 

Selain itu, beberapa penelitian terbaru juga mengungkapkan bahwa psoriasis, bisa berhubungan dengan penyakit jantung, stroke dan segala penyakit yang berhubungan dengan tekanan darah. 

Para penderita posriasis, selain merasakan keluhan gatal seperti pada eczema, juga akan memiliki risiko terkena depresi yang lebih tinggi daripada orang yang bukan penderita.

Statis dermatitis
Gangguan kulit yang satu ini, bisa dibilang sangat mengganggu penampilan, khususnya pada wanita. Gangguan kulit ini akan memberikan warna gelap kehitaman di permukaan kulit kaki, khususnya di sekitar mata dan telapak kaki, yang disebabkan oleh peredaran darah yang tersumbat.

Masalah ini, bisa membuat permukaan kulit lebih gelap. Gangguan pada kulit ini, selain mengganggu penampilan, juga bisa menjadi pertanda dari penyakit diabetes. 

"Gangguan ini juga bisa berdampak pada sistem sirkulasi darah dalam tubuh," ujar Jonathan.

Sebaliknya, panyakit diabetes, juga dapat memicu adanya infeksi pada kulit yang sukar hilang karena kandungan insulin yang terlalu banyak.

Vitiligo

Anda yang mengamati dunia modeling, pasti akrab dengan nama Winnie Harlow, model pendobrak fashion dengan kulit eksotis yang dimilikinya. 

Gangguan kulit yang dimiliki Winnie, disebut dengan vitiligo. kelainan ini, akan memunculkan banyaknya bercak kulit putih di permukaan kulit karena adanya gangguan pada sistim pigmentasi kulit. "Gejalanya bisa semakin parah bila stres," ujar Jonathan. 

Untuk itulah, kelainan kulit ini mempengaruhi kadar hormon stres yang dimiliki seseorang, yang bisa diperparah dengan gangguan penyakit lain seperti yang dibicarakan di atas. Namun untuk penderita vitiligo, berita baik dari kelainan ini ialah menurunnya risiko Anda terkena melanoma atau kanker kulit.

Minggu, 29 Maret 2015

Manfaat Mengkonsumsi Garam Laut

Garam tidak lepas dari makanan sehari-hari kita. Namun masih banyak orang yang bingung, garam itu sehat atau tidak? Hal ini tergantung pada jenis garam yang kita makan. 
Apakah garam laut lebih baik dari garam biasa? Garam meja (garam dapur) mengandung 97 persen natrium klorida (NaCl). Garam jenis itu dapat menyebabkan penyakit Alzheimers dan masalah kesehatan lainnya.

Anda mungkin harus menghindari garam meja karena tidak alami dan tidak memiliki banyak mineral yang dibutuhkan tubuh. Sebaiknya, Anda harus mengkonsumsi garam laut alami.

Seperti dilansir dari Boldsky, berikut beberapa manfaat garam laut alami untuk kesehatan tubuh manusia.

  • Gula darah
Insulin bertanggung jawab pada gula darah yang dapat mencegah diabetes. Asupan garam yang sedikit, membuat insulin tidak sensitif mengambil glukosa darah. Maka dari itu, garam sangat penting bagi insulin untuk mengurangi diabetes.

  • Hidrasi
Asupan air garam alami yang dikonsumsi setiap pagi, baik untuk energi tubuh. Selain itu, dapat mengurangi gejala alergi dan mencegah dehidrasi.

  • Panjang umur
Penelitian telah menunjukkan bahwa, sedikit mengonsumsi garam alami, terkait dengan harapan hidup. Jepang memiliki harapan hidup tertinggi di dunia karena mereka mengkonsumsi garam alami. Mereka juga memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung daripada kebanyakan negara-negara maju lainnya.

  • Meredakan stres
Asupan garam alami mengurangi tingkat hormon stres dan kortisol dalam tubuh. Hormon kortisol ini yang menyebabkan stres pada manusia. Untuk itu, garam laut baik dalam meredakan stres.

  • Pencernaan
Minum air garam alami setiap pagi membantu pencernaan dan penyerapan. Garam mengaktifkan enzim pencernaan dalam mulut yang disebut amilase saliva. Garam juga memproduksi asam klorida dalam lambung yang membantu pencernaan.

  • Kesehatan gigi
Garam laut yang mengandung fluoride, penting untuk kesehatan gigi. Fluoride melindungi gigi dari kerusakan asam dan mencegah gigi berlubang. Berkumur teratur dengan air garam laut membantu meringankan gusi berdarah, sariawan, bisul dan sakit tenggorokan.

  • Arthritis rheumatoid
Garam laut efektif memberikan bantuan nyeri sendi pada rheumatoid arthritis. Penelitian telah menunjukkan bahwa garam laut bersifat anti-inflamasi.

  • Kaki kesakitan
Merendam kaki dalam air garam laut yang hangat membantu mengendurkan otot-otot kaki, mengurangi rasa sakit, kelelahan, pembengkakan dan nyeri kaki.

  • Tidur nyenyak
Mandi garam laut memiliki efek menenangkan saat tidur dan tidur lebih nyenyak. Garam laut juga mencegah kelebihan air liur yang keluar dari mulut saat tidur.

  • Mengurangi lingkaran gelap pada mata
Garam laut mengurangi bengkak di bawah mata Anda. Kompresan garam laut dapat mengurangi lingkaran gelap dan memiliki efek menenangkan di sekitar mata.

  • Mencegah rambut rontok
Garam laut alami merangsang pertumbuhan rambut. Memijat kulit kepala dengan garam laut dapat untuk meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat folikel rambut.

  • Pengganti elektrolit
Mineral seperti magnesium, kalium, kalsium dan natrium dapat menyeimbangi elektrolit tubuh. Selama dehidrasi, elektrolit dalam tubuh akan hilang. Garam laut mempertahankan keseimbangan elektrolit dalam tubuh.

sumber: www.viva.co.id